<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>to chocolate</title>
	<atom:link href="http://cintalalu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cintalalu.wordpress.com</link>
	<description>love also mention hurts</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jul 2008 04:53:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cintalalu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>to chocolate</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cintalalu.wordpress.com/osd.xml" title="to chocolate" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cintalalu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dreams</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/07/07/dreams/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/07/07/dreams/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 07:35:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[revealing]]></category>
		<category><![CDATA[bait]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[termenung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/07/07/dreams/</guid>
		<description><![CDATA[Day revolving into night in many ways Covering the view with all darkness it may have Hiding the sun beyond the dove sky But night gave us something beautiful Peace, love and hope regarding tomorrow In night we’ll see the unseen In night we’ll know what others don’t In night we can think for our [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=54&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Day revolving into night in many ways<br />
Covering the view with all darkness it may have<br />
Hiding the sun beyond the dove sky<br />
But night gave us something beautiful<br />
Peace, love and hope regarding tomorrow<br />
In night we’ll see the unseen<br />
In night we’ll know what others don’t<br />
In night we can think for our better future<br />
Night is an enchanting site<br />
And dreams become a part of it</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=54&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/07/07/dreams/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penegasan Sila (Verse: Tak Pelak Semua Terasa Sempurna)</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/16/penegasan-sila-verse-tak-pelak-semuanya-terasa-sempurna/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/16/penegasan-sila-verse-tak-pelak-semuanya-terasa-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 08:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[revealing]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pahit]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/06/16/penegasan-sila-verse-tak-pelak-semuanya-terasa-sempurna/</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu beragam sosok Sila nampak dalam setiap bagian benak Hendra. &#8220;Sila itu orangnya keras kepala hampir segala keinginannya harus terpenuhi,&#8221; &#8220;Kadang orang harus berkorban demi keinginannya,&#8221; &#8220;Tapi dia teguh, dia berani mengungkap kebenaran tak perduli dengan siapa dia berhadapan,&#8221; &#8220;Dia penyayang kepada teman-teman dekatnya apalagi kepada keluarganya,&#8221; &#8220;Sila termasuk wanita cerdas,&#8221; &#8220;Sila egois,&#8221; &#8220;Sila&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=53&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam itu beragam sosok Sila nampak dalam setiap bagian benak Hendra.<br />
&#8220;Sila itu orangnya keras kepala hampir segala keinginannya harus terpenuhi,&#8221;<br />
&#8220;Kadang orang harus berkorban demi keinginannya,&#8221;<br />
&#8220;Tapi dia teguh, dia berani mengungkap kebenaran tak perduli dengan siapa dia berhadapan,&#8221;<br />
&#8220;Dia penyayang kepada teman-teman dekatnya apalagi kepada keluarganya,&#8221;<br />
&#8220;Sila termasuk wanita cerdas,&#8221;<br />
&#8220;Sila egois,&#8221;<br />
&#8220;Sila&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Terngiang banyak kata yang diucapkan oleh Nydia tentang Sila. Entah baik, buruk atau netral dalam pandangan<span id="more-53"></span> Hendra Nydia telah bertindak dengan sangat <em>fair</em>, dia menjawab apa yang ditanyakannya tak berniat menjelekkan tak juga berniat memuji.</p>
<p>Hendra masih ingat kala pertama kali bertemu Sila, belum ada rasa cinta hanya kagum sementara.<br />
Siang itu mentari dengan terik membakar bumi, sedikit cahayanya masuk melalui relung-relung kaca menghiasi ruangan kami yang saat itu sedang sepi. 2 Komputer itu masih menanti disentuh oleh para pekerja tinta sedang kami bertiga asyik berbincang tentang banyak hal terutama perempuan.</p>
<p>Terdengar langkah kaki dari arah selatan, &#8220;sepertinya dua atau tiga orang,&#8221; pikirku dalam hati. Samar-samar suara yang melintas membuat aku semakin penasaran.</p>
<p>Memang benar aku tidak mengenal mereka. Tapi sepertinya aku pernah melihat laki-laki itu entah dimana lupa pula kapan. Satu sosok lagi menyusul di belakang. Kelihatan masih sangat muda, tak banyak bicara hanya tersenyum seadanya.  Kulitnya yang tak terlalu putih seakan tenggelam dalam sinar temaram lorong itu.</p>
<p>Kami semua masuk.<br />
Irvan memperkenalkan kedua individu tersebut. Irvan adalah ketua organisasi dimana aku banyak menghabiskan waktu.<br />
Tanpa banyak cakap kami -pun mulai bersalaman. Aku tak terlalu menaruh atensi pada si pria hanya bersalaman dan menyebutkan nama yang saat itu tak jelas terdengar olehku.<br />
&#8220;Sila,&#8221; ucapnya kala tanganku menyentuh tangan halusnya.<br />
&#8220;Hendra,&#8221; timpalku</p>
<p>Biasa saja tak ada hal istimewa hari itu. Sore masih bergerak dengan keegoisannya tak mau menunggu kami terus saja menuju kegelapan. Dalam sela-sela perbincangan aku coba mencuri pandang ke arah Sila. Dia masih saja diam, tak bersuara. Matanya mengarah ke ruang kosong di dinding, terlihat tidak nyaman namun itu hanya pikirku  sepertinya.</p>
<p>&#8220;Lucu,&#8221; gumamku<br />
&#8220;Kenapa &#8216;Dra?&#8221; Nino berkomentar<br />
Hendra kaget. Dia tak menyangka ada yang memperhatikan gumamannya.<br />
&#8220;<em>Gak, ga pa pa kok</em>,&#8221; sergahnya<br />
Kebetulan Nino memang duduk tepat disebelah Hendra sedang Irvan yang sedari tadi mengobrol dengan pria itu tak bereaksi sedikitpun.</p>
<p>Haripun berlalu. Dia pergi tanpa tahu niatku.</p>
<p>Sudah, wajah manis gadis itu hanya terbayang sesaat. Tak lebih dari beberapa jam.<br />
Dua hari lagi akan ada perjalanan  ke luar kota. Tidak jauh sekitar 120 KM jaraknya.</p>
<p>Aku mendengar selentingan kalau Sila akan ikut serta.<br />
Dari jauh terlihat sebuah sosok berkerudung duduk di tangga masuk. Berdua dengan si Pria.</p>
<p>Aku hanya tersenyum saat beradu pandang dengannya.<br />
Tidak!! Aku tidak langsung duduk, kaki ini masih terus berjalan menuju ruangan tempat kami bermarkas. Masih ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Jujur hati ini sebenarnya sudah tidak sabar untuk bisa duduk bersebelahan dengan si gadis hanya ingin berbincang sehingga bisa agak mengenal agar nantinya dapat kuhubungi tentu saja tanpa sepengetahuan mereka.</p>
<p>15 Menit kemudian semua persiapan telah selesai, tinggal menunggu kedatangan teman kami yang membawa kendaraan serta seseorang dari instansi pemerintah yang akan menitipkan sesuatu kepada kami.<br />
Dengan perasaan tak menentu akhirnya aku duduk di samping Sila.<br />
&#8220;Hi,&#8221; sapaku gemetaran<br />
&#8220;Hello,&#8221; begitu jawabnya sambil tersenyum sangat manis<br />
Semakin bergelombang saja derak di hati ini.<br />
Tapi obrolan kami semakin mencair seiring berjalannya waktu. Masih dengan banyak batasan sebab si pria masih ada disitu. Tiba-tiba &#8216;keajaiban&#8217; terjadi. Orang pemerintah yang kami tunggu akhirnya datang juga. Dia mulai menurunkan barang-barang yang dimaksud, tapi eiit ternyata tidak lengkap. Teringat olehnya bahwa masih ada dokumen tertinggal.</p>
<p>Tentu saja dia harus kembali. Kami tak bisa menunggu hingga esok. Perjalanan ini masih jauh.<br />
Secara tak dinyana dia ternyata mengajak si pria yang sedari tadi berdampingan dengan Sila.<br />
&#8220;Ini kesempatan,&#8221; begitu tukasku dalam hati<br />
Setelah mereka pergi kami melanjutkan perbincangan. Kali ini benar-benar bebas, langsung saja aku mengorek segala hal tentang pribadinya. Tanpa keberatan dia menjawab dan balik bertanya hal yang sama tentangku.<br />
Kututup perbincangan dengan meminta nomor teleponnya, sekilas mata ini melihat mobil yang ditumpangi si pria telah memasuki pintu gerbang gedung itu.</p>
<p>Sesaat setelahnya kami beranjak menaiki mobil &#8216;tempur&#8217; untuk menjalankan suatu misi.</p>
<p>[<em>unfinished part</em>]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=53&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/16/penegasan-sila-verse-tak-pelak-semuanya-terasa-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekali Saja</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/14/sekali-saja/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/14/sekali-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 05:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[revealing]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[pernyataan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/06/14/sekali-saja/</guid>
		<description><![CDATA[Daun itu berguguran menyapa pagi dengan pahitnya tidak ada nada indah dalam kejatuhannya semua terasa biasa saja hanya kamu menemani dalam kesepian hati ini Apa aku harus merasa berdosa saat terasa ternyata ada yang lain di hati aku dan kamu memang jauh namun apa harus pula rasa ini terjauhkan kau begitu berarti dalam relung hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=52&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Daun itu berguguran menyapa pagi dengan pahitnya<br />
tidak ada nada indah dalam kejatuhannya<br />
semua terasa biasa saja<br />
hanya kamu menemani dalam kesepian hati ini<br />
Apa aku harus merasa berdosa saat terasa ternyata ada yang lain di hati<br />
aku dan kamu memang jauh<br />
namun apa harus pula rasa ini terjauhkan<br />
kau begitu berarti dalam relung hati<br />
kau berikan arti dalam makna yang sesungguhnya<span id="more-52"></span></p>
<p>Aku tahu kau sangat merindukanku<br />
tapi jika suatu saat ku tak kembali padamu<br />
mohon dengan sangat jangan kau murkai aku</p>
<p>dalam khayal dan nyataku kau tak pernah pergi<br />
tapi apa daya mata ini mengharapkan kau berada tak jauh<br />
aku ingin melihatmu, memandang sorot mata lembutmu yang penuh dengan cinta<br />
sayang bolehkah aku berpaling sejenak, karena mungkin ada gambaran dirimu dalam dirinya<br />
hanya sebentar mungkin tak melibatkan hati</p>
<p>Tapi jika ternyata aku jatuh hati sekali lagi aku mohon maaf</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=52&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/14/sekali-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedai Malam Aku Datang; Satu Kedai Banyak ‘Bahasa’</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/07/kedai-malam-aku-datang-satu-kedai-banyak-%e2%80%98bahasa%e2%80%99/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/07/kedai-malam-aku-datang-satu-kedai-banyak-%e2%80%98bahasa%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 05:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[differs]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[refreshing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/06/07/kedai-malam-aku-datang-satu-kedai-banyak-%e2%80%98bahasa%e2%80%99/</guid>
		<description><![CDATA[Perut lapar, mata berat menengok jam telah larut. Tidak usah bingung datang saja ke bilangan jalan Sulanjana No. 11 Dago Bandung di sana ada suatu tempat yang memang mengkhususkan berjualan di malam hari tepatnya mulai pukul 18.30-02.00 di hari biasa namun tatkala weekend mereka bisa selesai pada pukul 04.00. Harga tidak masalah semua bisa terjangkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=51&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perut lapar, mata berat menengok jam telah larut. Tidak usah bingung datang saja ke bilangan jalan Sulanjana No. 11 Dago Bandung di sana ada suatu tempat yang memang mengkhususkan berjualan di malam hari tepatnya mulai pukul 18.30-02.00 di hari biasa namun tatkala <em>weekend</em> mereka bisa selesai pada pukul 04.00. Harga tidak masalah semua bisa terjangkau bahkan oleh mereka yang masih duduk di bangku SMU, beragam jenis makanan ditawarkan di tempat yang bersebelahan tepat dengan sebuah warnet ini.<span id="more-51"></span></p>
<p><em>Bala-bala, Nasi uduk, ayam bakar bisa disediakan ku Aang</em>. Begitu sebagian kata yang tertera dalam menu kedai malam in, namun mulai senin 14 Januari 2008 ada banyak menu tambahan di sini yaitu nasi kucing beserta ornamennya (sate kulit ayam, telur puyuh dan lain-lain) yang memang terkenal di Jogja, maka dari itu khusus Jogja ini mereka menyebutnya Angkringan Jogja van Bandung. Hal paling spesial dari tempat ini adalah banyaknya ragam kopi yang disediakan sebut saja; kopi Aceh, Lampung, Aroma, Timor, Sumbawa, Toraja dan beragam kopi nikmat lainnya.</p>
<p>Menilik beragam menu yang ditawarkan tidaklah salah jika tempat yang berdiri sejak setahun lalu ini sering dijadikan tempat kumpul para sastrawan, wartawan atau orang-orang yang sedang melakukan ‘perlawanan’ dalam hidup. Cinta, tawa, canda bahkan derita selalu menghiasi cerita-cerita mereka yang berkumpul dan terekam dalam kamera nalar pengunjung lainnya. Banyak bahasa tercipta, banyak bahasa terkata tapi satu bahasa yang nyata; cinta adalah dasar pelayanan di Kedai Malam Aku Datang, kami menyebutnya Seni Menyentuh Hati.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=51&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/07/kedai-malam-aku-datang-satu-kedai-banyak-%e2%80%98bahasa%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penegasan Sila (Verse: Ceritanya Tentangmu)</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/05/penegasan-sila-verse-ceritanya-tentangmu/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/05/penegasan-sila-verse-ceritanya-tentangmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 04:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[revealing]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pahit]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/06/05/penegasan-sila-verse-ceritanya-tentangmu/</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa berkomentar Nydia mengangguk. Berjalan menyusuri koridor. Mereka berpisah di pinangan sebelah tenggara koridor masjid itu. &#8220;Kita bertemu di tempat tadi yah?&#8221; pinta Hendra Sekali lagi Nydia hanya mengangguk. Udara saat itu terasa memanas, padahal mentari tak begitu terik membelalakan matanya. Ventilasi di dalam masjid begitu bagus terasa dari semilir angin yang sedikit berhembus membelai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=50&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa berkomentar Nydia mengangguk.<br />
Berjalan menyusuri koridor.<br />
Mereka berpisah di pinangan sebelah tenggara koridor masjid itu.<br />
&#8220;Kita bertemu di tempat tadi <em>yah</em>?&#8221; pinta Hendra<br />
Sekali lagi Nydia hanya mengangguk.</p>
<p>Udara saat itu terasa memanas, padahal mentari tak begitu terik membelalakan matanya. Ventilasi di dalam masjid begitu bagus terasa dari semilir angin yang sedikit berhembus membelai tengkuk Hendra. Tapi tetap saja cucur keringat turun silih berganti dan tak jarang turun berombongan.<span id="more-50"></span></p>
<p>Ternyata lelaki sedikit tambun itu tegang. Hatinya berdetak mengencang lebih dari sebelumnya.<br />
&#8220;Ini bukan saatnya aku menyatakan cintaku,&#8221; cetus Hendra<br />
&#8220;Tapi kenapa rasanya begini, apakah hari ini akan menjadi awal hal buruk buatku?&#8221;<br />
Konsentrasinya tidak buyar, meski pikiran berlari kesana-kemari tapi Hendra tetap bisa mengikuti pergerakan pemimpin sholatnya dengan sigap dan tanpa cela. Tak lama ritual agama itu berakhir. Tak lama juga Hendra langsung berdiri dan menjejakkan kaki demi menuju tempat semula.</p>
<p>Disana masih kosong belum tampak sosok Nydia.<br />
Hendra memilih untuk tetap berdiri, bersandar pada pilar persegi penyangga atap koridor masjid yang rencananya dalam waktu dekat ini akan di renovasi. Dalam diam dia mengkhayal. Semua jawaban Nydia sedang di proses melalui saringan logika dan nurani. Cukup lama lebih dari 20 menit sepertinya.</p>
<p>&#8220;Lama nunggu&#8221;<br />
Hendra terhentak mendengar suara itu. Nydia telah berada disampingnya cukup lama untuk memperhatikan kebingungan Hendra. Tapi tak sedikitpun suara keluar dari mulut Hendra.</p>
<p>Hendra menurunkan tubuh dan berhenti saat bokongnya menyentuh lantai, Nydia-pun demikian.</p>
<p>&#8220;Apa yang membuat kamu bingung?&#8221;<br />
&#8220;Hmn, siapa? Aku. Tak ada kebingungan,&#8221; sangkal Hendra<br />
&#8220;Aku cukup lama berdiri di sampingmu, cukup untuk tahu bahwa banyak hal saling-silang dalam otakmu yang kemungkinan cerdas,&#8221;<br />
&#8220;Lagipula kalau kamu memang berniat serius dengan Sila mulailah jujur dari sekarang,&#8221; tegas gadis berkerudung lebar tersebut.</p>
<p>&#8220;Aku jujur <em>kok</em>, dengan tidak mengungkapkan keraguanku,&#8221; cetusnya dalam hati<br />
&#8220;Tidak apa-apa, aku hanya merenung mengapa kau begitu seterbukanya menceritakan tentang dia,&#8221; kali ini Hendra ungkapkan kata-katanya itu<br />
&#8220;Tidak bagus memberikan harapan palsu, bisa saja kan sekarang aku bercerita bagus tentang Sila lalu di kemudian hari kamu mengalami ketidaksukaan atas tindakan atau perilakunya,&#8221;<br />
&#8220;Jadi lebih baik kamu mengetahuinya sekarang.&#8221;</p>
<p>Masih banyak sebetulnya pertanyaan yang ada di benak Hendra. Tapi waktu telah memintanya beranjak, ada pekerjaan lain harus diselesaikan.</p>
<p>&#8220;Maaf kalo saya telah menyita waktu kamu, namun sekarang saya harus bergegas ada urusan yang harus diselesaikan,&#8221; tandasnya pada Nydia<br />
&#8220;Cerita ku sudah cukup buat kamu,&#8221;<br />
&#8220;Benar tidak ada lagi rasa penasaran tentang Sila,&#8221; terus saja Nydia berkata<br />
&#8220;<em>Hmmm</em>,&#8221; belum juga Hendra melanjutkan gumamannya<br />
&#8220;Yakin!!!&#8221;<br />
&#8220;Tentu belum keran pertanyaan ini belum mau tertutup, tapi itu tadi waktu memang tidak bisa mengerti keadaan manusia. <em>So sorry for this and thanks for the precious time</em>.&#8221;<br />
&#8220;Ok <em>deh, bye</em>.&#8221;</p>
<p>Mereka berjalan ke dua arah berbeda, Nydia menuju jalan penghubung ke dalam kampusnya sedang Hendra ke arah parkiran.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=50&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/06/05/penegasan-sila-verse-ceritanya-tentangmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menemu Kekaguman (Verse 3)</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/27/menemu-kekaguman-verse-3/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/27/menemu-kekaguman-verse-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 11:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[revealing]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/05/27/menemu-kekaguman-verse-3/</guid>
		<description><![CDATA[Semua berjalan begitu normal tidak ada hal indah terjadi dalam tidurku, tak mimpi tentang cinta tak pula tentang harapan. Aku membuka mata tepat pukul 07.00. Sangat terlambat sebab biasanya dibawah jam 5 aku telah bergegas dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Sekililing masih terlihat lengang. Beberapa orang masih terlihat nyaman di kursi dan lantai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=49&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Semua berjalan begitu normal tidak ada hal indah terjadi dalam tidurku, tak mimpi tentang cinta tak pula tentang harapan.</p>
<p class="MsoNormal">Aku membuka mata tepat pukul 07.00. Sangat terlambat sebab biasanya dibawah jam 5 aku telah bergegas dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sekililing masih terlihat lengang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Beberapa orang masih terlihat nyaman di kursi dan lantai tempat mereka merebahkan badan yang telah lelah karena semalam. Pukul 08.00 aktifitas acara tersebut kembali dimulai ketua panitia dengan semangat membangunkan awaknya yang masih tergolek dengan lunglainya. </span><span id="more-49"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Berpatokan profesionalisme mereka terbangun meski terlihat sedikit terpaksa tapi tugas adalah tugas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Hari itu aku tidak mengikuti kegiatan selanjutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">&#8220;Pulang saja,&#8221; ajakku </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Temanku juga mengiyakan tanpa banyak berpikir. &#8220;Mungkin lelah juga,&#8221; dalam hati ku berdecak</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sekitar 45 menit perjalanan kami tempuh menggunakan busway dari Jakarta Kota menuju Buncit Raya, sangat cepat selain masih pagi hari minggu pula.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tetap saja mentari bersinar dengan sangat terik membuat badan berkeringat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sesampainya di kost kami merebahkan diri sebentar di ruang tamu, menikmati segelas air dingin dan angin yang berhembus dari kipas angin buatan dalam negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal">Namun tak lama hal tersebut bertahan bagiku. Badan ini rasanya lengket sekali.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Keringat mengucur tak henti semenjak semalam belum lagi tidak sempat mandi dan ganti baju, bertambah penderitaan tak sedap itu. Untung saja saat di kendaraan umum mereka semua bertahan dengan kami yang mungkin tak sewangi semuanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Langsung ku bergegas menuju kamar. Menanggalkan semua pakaian dan mengenakan handuk biru kesayangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">&#8220;<span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;">Byur</span>&#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Meskipun ada <span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;">shower</span> tapi tetap saja aku merasa bebas dan nyaman menggunakan gayung rasanya semua kesegaran yang diberikan air tertumpah semua. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sore harinya temanku memutuskan untuk segera pulang menuju kota kembang alias Bandung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tinggalah ku sendiri lagi. Menikmati malam dalam khayalan akan seseorang yang dapat membangkitkan asa indah dalam kuburan hatiku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">&#8220;Ayolah waktu cepatlah berputar dan menuju hari esok&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">&#8220;Aku tidak sabar untuk segera mengetahui dirinya,&#8221; aku memaksa waktu walau hasilnya nihil</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Mata ini juga tak kunjung tertutup padahal dalam tidur perjalanan panjang menuju hari berikutnya tidak akan terasa. Menjelang tengah malam aku masih terjaga, duduk di beranda ditemani beberapa batang rokok sambil melihat kelamnya malam yang menyembunyikan bintang entah kemana. Hanya cahaya merah dari BTS di dekat kost ku menjadi sinar tinggi malam itu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Entah bagaimana jujur aku sudah lupa yang pasti tengah malam lewat beberapa menit aku bisa terbang ke alam tak sadarku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Matahari bersinar cerah. Pagi itu aku terbangun dengan gejala kegirangan, tak sabar rasanya ingin segera masuk kantor hanya ingin segera juga menuntaskan rasa penasaran ini. Berbekal satu nama samaran tersebut aku bergegas menyalakan komputer. Beruntung aku berteman akrab dengan Prof. Google dan dia bisa memberikan sedikit petunjuk berdasarkan nama tersebut. Aku berpindah ke situs lain yang ditunjuk si prof.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span lang="FI">Situs tersebut bisa memberikan sedikit sekali tambahan petunjuk, alamat email meskipun tidak lengkap. Tapi aku berpikiran sedikit nakal dan mencoba sebuah situs jejaring sosial ternama, <span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;">eh</span> tak dinyana percobaan pertama langsung berhasil. </span><span lang="IT">Dia ada disitu. Senangnya hari ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Aku mencoba mencari tahu lebih dalam. Pada biodata yang tertera tidak ada nama lengkap berikut tanggal lahirnya. Aku punya pikiran tentang membaca komentar teman-temannya. Sebanyak 467 testimoni aku telusuri dengan seksama. Tak percuma di sela-sela kerja aku melakukan itu. Aku mendapatkan semuanya. Nama lengkap, tanggal lahir, hobi dan segala hal tentangnya hanya satu yang tidak no telepon. Sial!!!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"><span lang="IT">Langsung tanpa menunggu waktu lama siangnya aku memberanikan diri untuk meng-<span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;">add</span> dia di suatu fasilitas chat. Berharap kosong dia mau meng-<span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;">approve </span>meski belum tahu tentangku. Aku tulis ID-nya dan aku tambahkan sebuah kalimat. Sampai melewati pukul 7 malam aku periksa terus punyaku tapi tak pula ada jawaban. </span><span lang="FI">Hari itu aku menyerah. Pulang!!!</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Masih dengan semangat pagi hari aku bersiap menuju kantor.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bukan email, bukan pula CMS yang menjadi kewajiban ku buka pertama kali. </span>Tapi <span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;">chat</span> ku.</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;<span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;">Wah,</span>&#8221; kejutku</p>
<p class="MsoNormal">Permintaanku diterimanya. Bahagia benar, seperti dibawa ke sebuah tempat istimewa dan</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">mendapat kado istimewa juga<span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;"> first kiss</span> dari sang kekasih.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tatkala aku lihat dia <span class="Apple-style-span" style="font-style:italic;">online</span>. Dengan wajah bercucuran keringat dingin, otak serasa kosong dan tangan terlihat kaku aku memberanikan membuka percakapan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Dia emang asyik. Semakin mendekati tipeku saja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Obrolannya mengasyikan aku dibuat tertawa olehnya, oleh tatanya berkata dan beragam </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">ekpresinya melalui berbagai tanda. Lebih dari 5 jam kami berbincang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Hanya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=49&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/27/menemu-kekaguman-verse-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Human Kind Tragedy; Global Warming</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/24/human-kind-tragedy-global-warming/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/24/human-kind-tragedy-global-warming/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 03:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[mark]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[pahit]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/05/24/human-kind-tragedy-global-warming/</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal berbeda dengan Bandung beberapa tahun ini selain jumlah wisatawan semakin meningkat pada akhir pekan, panas! Yap Bandung terasa semakin panas setidaknya itu yang terasa jika dibandingkan dengan keadaan cuaca Bandung sekitar 20 atau 10 tahun kebelakang. Ternyata (berdasarkan data BMG Bandung) suhu kota Kembang memang mengalami kenaikan hingga 2 derajat Celcius dalam 20 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=48&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada hal berbeda dengan Bandung beberapa tahun ini selain jumlah wisatawan semakin meningkat pada akhir pekan, panas! <em>Yap</em> Bandung terasa semakin panas setidaknya itu yang terasa jika dibandingkan dengan keadaan cuaca Bandung sekitar 20 atau 10 tahun kebelakang. Ternyata (berdasarkan data BMG Bandung) suhu kota Kembang memang mengalami kenaikan hingga 2 derajat Celcius dalam 20 tahun terakhir, jika 20 tahun lalu rata-rata suhu maksimum Bandung selalu berada di bawah 30 derajat Celcius maka tahun ini sudah mencapai 31 derajat Celcius dan hal tersebut terancam akan terus mengalami kenaikan, huh pantas saja udara Bandung terasa berbeda.<span id="more-48"></span></p>
<p>Fenomena tersebut dialami tidak hanya oleh kota-kota di Indonesia namun juga di seluruh dunia, semua disebabkan oleh apa yang disebut pemanasan global. Pemanasan Global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi bisa diakibatkan oleh banyak hal namun yang paling dominan ialah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui) dimana Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Jepang dan Cina merupakan penghasil terbesarnya. Maka tidak heran jika pakar perubahan iklim Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral ITB, Dr. Armi Susandi, M.T mengatakan bahwa dalam kurun waktu 100 tahun ke depan diperkirakan suhu bumi naik 4-5 derajat Celcius. Khusus di Bandung kenaikan akan jauh lebih besar.</p>
<p>Bandung lagi-lagi Bandung, sebetulnya apa yang membuat Bandung sangat rentan dengan pemanasan global, pencemaran itu kata kuncinya. Pencemaran di Kota Bandung sumber utamanya berasal dari sektor transportasi yang padat, kendaraan bermotor di Bandung memberikan kontribusi sangat significant terhadap pencemaran udara yaitu sekitar 70%. Penyebab polusi lainnya ialah sektor industri sekira 15%, rumah tangga 10%, serta lainnya 5%. Sedangkan secara global, menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10. selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 persen dan melelehnya Gleser (gunung es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin marak pula badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia.</p>
<p>Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mencegah (rasanya kata ini sudah tidak pantas lagi) atau dilakukan dengan pemanasan global ini, perubahan. Perubahan instan dan ekstrim maksudnya adalah biasakanlah hidup seefisien mungkin kurangilah penggunaan energi baik listrik, bahan bakar dan air yang memang menjadi sumber utama dalam hidup masyarakat serta kurangilah efek rumah kaca dan perluaslah lahan hijau. Hal diatas bisa dilakukan oleh siapapun tanpa kesepakatan apapun, jadi mulailah dari diri sendiri agar perubahan sudah mulai dilakukan dari sekarang.</p>
<p>Namun agar hal tersebut bisa dilakukan secara konsensus maka diperlukan suatu komitmen internasional untuk melakukan sesuatu yang dianggap bisa mengurangi pemanasan global. Pada tahun 1997 tepatnya di Jepang disepakatilah Protokol Kyoto yang merupakan adopsi dari Konvensi Bumi di Rio De Janeiro Brasil pada tahun 1992, protokol ini ditujukan untuk United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dengan tujuan mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Dengan adanya kesepakatan ini diharapkan bisa mengurangi rata-rata cuaca global antara 0,02 derajat Celcius dan 0,28 derajat Celcius pada tahun 2050. I<em>f the Enforcement Branch determines that an Annex I country is not in compliance with its emissions limitation, then that country is required to make up the difference plus an additional 30%. In addition, that country will be suspended from making transfers under an emissions trading program.<br />
</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=48&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/24/human-kind-tragedy-global-warming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Bandung Ber-“salju” Memakai Batik</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/24/menikmati-bandung-ber-%e2%80%9csalju%e2%80%9d-memakai-batik/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/24/menikmati-bandung-ber-%e2%80%9csalju%e2%80%9d-memakai-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 03:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[differs]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[refreshing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/05/24/menikmati-bandung-ber-%e2%80%9csalju%e2%80%9d-memakai-batik/</guid>
		<description><![CDATA[Taburan kenikmatan tersaji dalam satu gigitan tatkala berkunjung ke suatu tempat di bilangan jalan Ibu Inggit Ganarsih (Ciateul), adalah salju bakar yang bisa membuatku melontarkan kalimat pujian tersebut. Salju Bakar, apa itu? Apa salju seperti yang sering dilihat di televisi lalu dibakar, atau es serut namun dikatakan sebagai salju lalu di bakar, pertanyaan-pertanyaan seperti itulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=47&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Taburan kenikmatan tersaji dalam satu gigitan tatkala berkunjung ke suatu tempat di bilangan jalan Ibu Inggit Ganarsih (Ciateul), adalah salju bakar yang bisa membuatku  melontarkan kalimat pujian tersebut. Salju Bakar, apa itu? Apa salju seperti yang sering dilihat di televisi lalu dibakar, atau es serut namun dikatakan sebagai salju lalu di bakar, pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang muncul dalam benakku saat kali pertama melihat sebuah papan berisikan pertanda salju bakar. Akhirnya dengan penuh rasa penasaran Aku pun menyambanginya, suasana ramai terlihat di depan toko yang dimaksud ibu-ibu terlihat sedang menunggu dan melontarkan komentar mereka.<span id="more-47"></span></p>
<p>Mana salju-nya? Tanyaku dalam hati, diluar tidak terlihat dan ketika masuk kedalam juga tidak terlihat saljunya yang ada hanya kesibukan membuat adonan kue seperti biasa dilengkapi banyak peralatan memasak. Masih penasaran <em>nih</em>!! Tapi Yusman Gunara berhasil meredakan gelora penasaran. Yusman adalah pemilik usaha yang sudah dirintisnya sejak tahun 2005 bersama sang istri pria dengan gelar sarjana peternakan ini berjuang sekuat tenaga sampai akhirnya seperti sekarang, mulai dari menjajakan di pinggir jalan memakai motor mencoba menyewa tempat walaupun kecil sampai akhirnya seperti sekarang.</p>
<p>“Sering sekali dulu saya pulang dengan barang dagangan masih penuh alias tidak laku,” ucap Yusman coba berkenang, “tapi saya tidak ingin menyerah karena saya yakin kalau usaha ini bisa berhasil.” Lalu apa salju bakar? Masih penasaran nih. Salju Bakar adalah singkatan dari Sale Keju Bakar dari nama tersebut sudah bisa tertebak kan apa yang dimaksud, ya! Salju bakar merupakan kue yang didalamnya terdapat bahan sale (pisang kering) melalui proses pembakaran setelah itu ditaburi oleh keju.</p>
<p>Pada awal berdirinya nama kue tersebut bukanlah salju bakar melainkan pisju alias pisang keju sebab memang bahan baku yang digunakan saat itu adalah pisang bukan sale, namun seiring waktu ternyata terasa kalau bahan baku pisang lebih sulit untuk diperoleh dibandingkan sale tapi tetap namanya masih pisju sampai akhirnya di suatu hari Yusman dipanggil dan diberitahu oleh orang tuanya agar mengganti nama dagangan dengan salju bakar (sale keju bakar). Salju bakar ini tidak tumbuh sendiri melainkan berdampingan dengan batik kukus malah jika boleh dibilang batik kukus ada sebelum salju bakar.</p>
<p>Yusman juga sempat mencoba keberuntungan dengan menitipkan batik kukus setiap hari Sabtu kepada para PKL di jalan Cihampelas namun hasilnya masih jauh dari harapan sekitar 10 gulung dia titipkan hanya satu yang terjual, itu hanya kenangan pahit untuk membuat sebuah pondasi usaha yang kuat. Lain dulu lain sekarang, Maret 2007 menjadi titik balik usaha Yusman, “daripada sulit untuk berjualan di tempat lain dan mengeluarkan biaya lebih kenapa tidak memanfaatkan garasi yang saya miliki,” kenangnya sambil tersenyum. Beragam cara dilakukan untuk berpromosi salah satu yang paling berpengaruh adalah rutinitas pria berusia 34 tahun ini membagikan salju bakar dan batik gulung kepada para pengunjung hotel di Bandung pada setiap akhir pekan.</p>
<p>Dan tidak sia-sia, pohon itu-pun akhirnya berbuah lama kelamaan usahanya mulai menemukan titik terang, pembeli bertambah publisitas tersebar sehingga sekarang Yusman tidak terlalu dipusingkan dengan urusan promosi. Sekitar 400 bungkus salju bakar dan batik kukus bisa terjual setiap harinya bahkan kalau weekend bisa mencapai 500 bahkan lebih. Makanya tidak heran jika dalam satu bulan usaha yang modal awalnya hanya Rp. 160 ribu ini bisa menghabiskan sekitar 750 kg tepung terigu setiap bulan.</p>
<p>Keistimewaan salju bakar buatan Yusman ada pada perpaduan sempurna adonan kue yang dicampur dengan komposisi tepat sale pisang, prosesnya yang melalui pembakaran membuat warna luarnya indah cokelat sehingga enak untuk dipandang apalagi setelah ditaburi parutan keju, ehhmmmm rasanya sulit untuk lepas dari lidah. Untuk batik kukus, beragam corak dalam gulungan kukus tersebut &#8211;yang membuatnya dipanggil batik—mengundang selera mata yang melihat untuk memerintahkan lidah mencicipinya belum lagi ketika gigitan sampai ke tengah gulungan ada rasa kental menyentak lidah, memang bervariasi mulai dari cokelat juga lemon tapi semuanya mantap. Anda bisa mengunjunginya di sekitaran Jl. Ibu Inggit Ganarsih (Ciateul), Komp. PLN tepatnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=47&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/24/menikmati-bandung-ber-%e2%80%9csalju%e2%80%9d-memakai-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penegasan Sila (Verse: Kala Pertemuan itu Terjadi)</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/21/penegasan-sila/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/21/penegasan-sila/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 09:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[revealing]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pahit]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/05/21/penegasan-sila/</guid>
		<description><![CDATA[Berulang kali Sila menegaskan bahwa dia belum mau untuk menjalin hubungan dengan laki-laki manapun. Berulang kali pula Hendra bertanya, mengapa? Tapi selalu saja mendapat jawaban tidak jelas; inilah, itulah beragam alasan diutarakan gadis berkerudung itu. Salah satu alasan yang selalu terngiang dalam benak Hendra adalah bullshit kalo laki-laki bersedia hidup dan berada di samping wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=46&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://my-chocolate.cn/wp-content/uploads/2008/05/sila.jpg" alt="sila.jpg" />Berulang kali Sila menegaskan bahwa dia belum mau untuk menjalin hubungan dengan laki-laki manapun. Berulang kali pula Hendra bertanya, mengapa? Tapi selalu saja mendapat jawaban tidak jelas; inilah, itulah beragam alasan diutarakan gadis berkerudung itu. Salah satu alasan yang selalu terngiang dalam benak Hendra adalah bullshit kalo laki-laki bersedia hidup dan berada di samping wanita tercintanya demi kebahagiaan, there&#8217;s no such thing semua hanya terjadi dalam dongeng.</p>
<p>Dalam keheningan di setiap malam-malamnya Hendra merenungi perangai Sila. <span id="more-46"></span>Apa yang harus kulakukan? Demi raganya, demi hatinya dan demi cintanya. Detik berikutnya Hendra tersentak, otaknya mengeluarkan satu fakta. Kala itu 2 bulan setelah mereka berkenalan sang gadis pernah memberi kesempatan untuk lebih jauh mengenal pribadinya. Dikenalkanlah Hendra kepada beberapa teman baik sesama mahasiswa sebuah universitas negeri di Bandung tersebut.</p>
<p>Tak lupa sebelum itu Sila menghubungi teman-temannya dan memberi mereka ijin untuk berbicara hampir semua tentang kehidupannya pada Hendra.</p>
<p>Hari itu pun tiba.</p>
<p>Nidya telah menunggu di pojokan sana, duduk sendiri tertunduk membaca buku. Dari jauh Hendra bisa mengenalinya meskipun tak yakin. Ini adalah kali kedua dia bertemu dengan sahabat calon gadisnya tersebut. Saat pertama Hendra tak terlalu menaruh atensi hanya sebentar saja bertemu sambil lalu kala itu dia dan Sila sedang berjalan menuju ke tempat biasa Sila berkumpul.</p>
<p>Pricilla Octamirela biasa dipanggil Sila memang termasuk mahasiswa yang sangat aktif di kampusnya. Berbagai kegiatan kemahasiswaan diikutinya, mulai dari Senat, Himpunan sampai extra kurikuler berbau kebudayaan. Dia memang tidak pernah mendapat jabatan tinggi selama berkutat di dunia itu namun dia termasuk salah satu orang berpengaruh mungkin karena rupa atau keras kepala, entahlah.</p>
<p>Berjalan dengan keraguan Hendra menghampiri Nydia.<br />
&#8220;Hi,&#8221; sapanya<br />
Nydia menengadahkan kepala, menyempitkan mata mencoba menerka siapa laki-laki di hadapannya. Masih tak bersuara. Jari telunjuk Nydia diletakkan tepat di sebelah kanan dahinya.<br />
&#8220;Ehmmmm,&#8221; masih mencoba mengingat<br />
&#8220;Siapa yah?&#8221; akhirnya dia bersuara<br />
&#8220;Hari ini kita janji bertemu kan?&#8221;<br />
&#8220;Oh Hendra,&#8221; maaf saya lupa soalnya waktu itu cuma sekilas kenalan<br />
&#8220;Jarang lho ada cowok janjian datang tepat waktu bahkan beberapa menit lebih cepat,&#8221;  lanjutnya sebelum Hendra sempat menjawab. Hendra hanya tersenyum.</p>
<p>Tanpa menunggu lama Hendra duduk di sebelah Nydia tak berdekatan tapi cukup untuk bisa mengobrol tanpa harus bersuara garang.</p>
<p>&#8220;Saya heran kok Sila merekomendasikan kamu untuk bicara dengan saya?&#8221; tanya Nydia<br />
&#8220;Ya menurutnya kamu adalah sahabat terbaik yang tahu baik dan buruknya, aku jadi bisa lebih mengenalnya.&#8221;<br />
&#8220;Jadi itu alasan kamu datang&#8221;<br />
&#8220;Ingin mengenal Sila lebih dalam?&#8221;<br />
&#8220;Yap,&#8221; jawab Hendra singkat<br />
&#8220;Ya sudah apa yang mau kamu tahu tentang Sila&#8221;<br />
&#8220;Baiknya dulu, apa buruknya?&#8221; tawar Nydia<br />
A, B, C, D&#8230;&#8230;X, Y dan Z. Tanpa jeda dan bergaya wartawan Hendra memberondong Nydia dengan seribu pertanyaan.</p>
<p>Nydia tidak bisa mendengar suara Hendra begitupun sebaliknya. Terdengar nada lain yang lebih tegas. Adzan telah berkumandang. Mereka bendiri untuk segera beribadah, tak ada alasan untuk menunda. Kali itu mereka bertemu di sebuah masjid besar di kawasan kampus. Beranda masjid itu memang sering dijadikan tempat berkumpul mahasiswa-mahasiswa yang mengobrol dan mencari keteduhan.</p>
<p>&#8220;Kita sholat dulu yuk,&#8221; potong Hendra di tengah penjelasan Nydia.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=46&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/21/penegasan-sila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://my-chocolate.cn/wp-content/uploads/2008/05/sila.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sila.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bintang</title>
		<link>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/19/bintang/</link>
		<comments>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/19/bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 04:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aronieca</dc:creator>
				<category><![CDATA[poem]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://my-chocolate.cn/2008/05/19/bintang/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya aku bisa melihatmu Dalam gelap yang kelam kau muncul Ditemani sahabat-sahabatmu Satu, dua, tiga, empat hanya itu Kau tak sendiri tapi tetap saja terasa sepi Aku rindu padamu. Aku rindu cahayamu, aku rindu berbagi cerita denganmu. Kau menghilang di saat aku bimbang Kau datang di saat aku tenang Tak bersedia lagikah kau mendengarku Malam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=45&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya aku bisa melihatmu<br />
Dalam gelap yang kelam kau muncul<br />
Ditemani sahabat-sahabatmu<br />
Satu, dua, tiga, empat hanya itu</p>
<p>Kau tak sendiri tapi tetap saja terasa sepi<br />
Aku rindu padamu. Aku rindu cahayamu, aku rindu berbagi cerita denganmu.<span id="more-45"></span></p>
<p>Kau menghilang di saat aku bimbang<br />
Kau datang di saat aku tenang<br />
Tak bersedia lagikah kau mendengarku</p>
<p>Malam ini beratapkan rumbia aku meminta<br />
Bintang kau selalu menjadi penerangku dari utara sana<br />
Dari dingin hatiku kau muncul<br />
Kau tebarkan pesona dalam raga<br />
Kau membuatku paham arti bersama<!--more--></p>
<p>Sekali lagi aku meminta<br />
Janganlah menjadi yang niskala bagiku<br />
Tinggalah sejenak dan temani aku menjelang pagi<br />
Malam tadi, malam esok, malam-malam seterusnya<br />
Dengan terurai harapan, aku memohon</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cintalalu.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cintalalu.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintalalu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintalalu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintalalu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintalalu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintalalu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintalalu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintalalu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintalalu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintalalu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintalalu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintalalu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintalalu.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintalalu.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintalalu.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintalalu.wordpress.com&amp;blog=4131305&amp;post=45&amp;subd=cintalalu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintalalu.wordpress.com/2008/05/19/bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9a4872d4a2461d0db9df0e5e66c34e10?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aronieca</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
