Dreams

Day revolving into night in many ways
Covering the view with all darkness it may have
Hiding the sun beyond the dove sky
But night gave us something beautiful
Peace, love and hope regarding tomorrow
In night we’ll see the unseen
In night we’ll know what others don’t
In night we can think for our better future
Night is an enchanting site
And dreams become a part of it

Penegasan Sila (Verse: Tak Pelak Semua Terasa Sempurna)

Malam itu beragam sosok Sila nampak dalam setiap bagian benak Hendra.
“Sila itu orangnya keras kepala hampir segala keinginannya harus terpenuhi,”
“Kadang orang harus berkorban demi keinginannya,”
“Tapi dia teguh, dia berani mengungkap kebenaran tak perduli dengan siapa dia berhadapan,”
“Dia penyayang kepada teman-teman dekatnya apalagi kepada keluarganya,”
“Sila termasuk wanita cerdas,”
“Sila egois,”
“Sila……………”

Terngiang banyak kata yang diucapkan oleh Nydia tentang Sila. Entah baik, buruk atau netral dalam pandangan Read the rest of this entry »

Sekali Saja

Daun itu berguguran menyapa pagi dengan pahitnya
tidak ada nada indah dalam kejatuhannya
semua terasa biasa saja
hanya kamu menemani dalam kesepian hati ini
Apa aku harus merasa berdosa saat terasa ternyata ada yang lain di hati
aku dan kamu memang jauh
namun apa harus pula rasa ini terjauhkan
kau begitu berarti dalam relung hati
kau berikan arti dalam makna yang sesungguhnya Read the rest of this entry »

Kedai Malam Aku Datang; Satu Kedai Banyak ‘Bahasa’

Perut lapar, mata berat menengok jam telah larut. Tidak usah bingung datang saja ke bilangan jalan Sulanjana No. 11 Dago Bandung di sana ada suatu tempat yang memang mengkhususkan berjualan di malam hari tepatnya mulai pukul 18.30-02.00 di hari biasa namun tatkala weekend mereka bisa selesai pada pukul 04.00. Harga tidak masalah semua bisa terjangkau bahkan oleh mereka yang masih duduk di bangku SMU, beragam jenis makanan ditawarkan di tempat yang bersebelahan tepat dengan sebuah warnet ini. Read the rest of this entry »

Penegasan Sila (Verse: Ceritanya Tentangmu)

Tanpa berkomentar Nydia mengangguk.
Berjalan menyusuri koridor.
Mereka berpisah di pinangan sebelah tenggara koridor masjid itu.
“Kita bertemu di tempat tadi yah?” pinta Hendra
Sekali lagi Nydia hanya mengangguk.

Udara saat itu terasa memanas, padahal mentari tak begitu terik membelalakan matanya. Ventilasi di dalam masjid begitu bagus terasa dari semilir angin yang sedikit berhembus membelai tengkuk Hendra. Tapi tetap saja cucur keringat turun silih berganti dan tak jarang turun berombongan. Read the rest of this entry »

Menemu Kekaguman (Verse 3)

Semua berjalan begitu normal tidak ada hal indah terjadi dalam tidurku, tak mimpi tentang cinta tak pula tentang harapan.

Aku membuka mata tepat pukul 07.00. Sangat terlambat sebab biasanya dibawah jam 5 aku telah bergegas dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.

Sekililing masih terlihat lengang.

Beberapa orang masih terlihat nyaman di kursi dan lantai tempat mereka merebahkan badan yang telah lelah karena semalam. Pukul 08.00 aktifitas acara tersebut kembali dimulai ketua panitia dengan semangat membangunkan awaknya yang masih tergolek dengan lunglainya. Read the rest of this entry »

Human Kind Tragedy; Global Warming

Ada hal berbeda dengan Bandung beberapa tahun ini selain jumlah wisatawan semakin meningkat pada akhir pekan, panas! Yap Bandung terasa semakin panas setidaknya itu yang terasa jika dibandingkan dengan keadaan cuaca Bandung sekitar 20 atau 10 tahun kebelakang. Ternyata (berdasarkan data BMG Bandung) suhu kota Kembang memang mengalami kenaikan hingga 2 derajat Celcius dalam 20 tahun terakhir, jika 20 tahun lalu rata-rata suhu maksimum Bandung selalu berada di bawah 30 derajat Celcius maka tahun ini sudah mencapai 31 derajat Celcius dan hal tersebut terancam akan terus mengalami kenaikan, huh pantas saja udara Bandung terasa berbeda. Read the rest of this entry »

Menikmati Bandung Ber-“salju” Memakai Batik

Taburan kenikmatan tersaji dalam satu gigitan tatkala berkunjung ke suatu tempat di bilangan jalan Ibu Inggit Ganarsih (Ciateul), adalah salju bakar yang bisa membuatku melontarkan kalimat pujian tersebut. Salju Bakar, apa itu? Apa salju seperti yang sering dilihat di televisi lalu dibakar, atau es serut namun dikatakan sebagai salju lalu di bakar, pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang muncul dalam benakku saat kali pertama melihat sebuah papan berisikan pertanda salju bakar. Akhirnya dengan penuh rasa penasaran Aku pun menyambanginya, suasana ramai terlihat di depan toko yang dimaksud ibu-ibu terlihat sedang menunggu dan melontarkan komentar mereka. Read the rest of this entry »

Penegasan Sila (Verse: Kala Pertemuan itu Terjadi)

sila.jpgBerulang kali Sila menegaskan bahwa dia belum mau untuk menjalin hubungan dengan laki-laki manapun. Berulang kali pula Hendra bertanya, mengapa? Tapi selalu saja mendapat jawaban tidak jelas; inilah, itulah beragam alasan diutarakan gadis berkerudung itu. Salah satu alasan yang selalu terngiang dalam benak Hendra adalah bullshit kalo laki-laki bersedia hidup dan berada di samping wanita tercintanya demi kebahagiaan, there’s no such thing semua hanya terjadi dalam dongeng.

Dalam keheningan di setiap malam-malamnya Hendra merenungi perangai Sila. Read the rest of this entry »

Bintang

Akhirnya aku bisa melihatmu
Dalam gelap yang kelam kau muncul
Ditemani sahabat-sahabatmu
Satu, dua, tiga, empat hanya itu

Kau tak sendiri tapi tetap saja terasa sepi
Aku rindu padamu. Aku rindu cahayamu, aku rindu berbagi cerita denganmu. Read the rest of this entry »

« Older entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.